"Mengingat hubungan kita di masa
lalu, aku nggak akan membeberkan ini di media. Kamu klarifikasi sendiri
kebenaran dari gosip yang beredar..," ujar Alvi.
Irene pun menganggukkan kepala
mengiyakan.
"Tapi, satu hal yang tidak bisa
aku toleransi Ren...,"
Irene menatap Alvi yang kini masang
wajah dingin di hadapannya. Ia menunggu kelanjutan perkataan lelaki itu.
"Ap..apa?" Tanya nya
terbata-bata.
"Kamu tetap harus menanggung
konsekuensi dari perbuatanmu karena telah meneror Niken...,"
Irene membelalakkan mata. Ia tak
percaya bahwa Alvi mengetahui perbuatannya yang satu itu.
"Vi itu nggak seperti yang
kamu...,"
"Apa? Kamu bilang bahwa ini nggak
seperti yang aku pikirkan? Kamu benar Ren, aku bahkan nggak pernah kepikiran
bahwa kamu akan melakukan hal sekeji itu pada wanita lain...," Ujar Alvi.
"Itu semua karena aku cinta kamu
Alvi...," Ucap Irene
"Shit ..jangan pernah kamu
mengatakan semua itu karena kamu mencintaiku lagi Ren. Jika benar semua yang
kamu lakukan karena cinta, kamu tidak akan pergi meninggalkanku di saat aku
terpuruk. Kamu tidak akan berpaling mendekati Jacky hanya untuk kesuksesanmu...,"
Jelas Alvi
"Aku benar-benar cinta sama kamu
Vi. Dan semua itu ku lakukan agar kamu kembali padaku...," Ucap Irene.
"Sampai kapanpun aku tak akan
pernah kembali padamu Irene. Aku sudah sangat kecewa. Dan untuk semua perbuatan
yang kamu lakukan pada istriku, kamu akan segera mendapatkan ganjarannya,"
ucap Alvi tegas.
Alvi pun kemudian berlalu meninggalkan
Irene. Jika ia bersikap kejam barangkali ia tak perlu menemui Irene terlebih
dahulu, melainkan langsung mengirim wanita itu ke penjara lewat pengacara keluarganya.
Namun, mengingat hubunggannya di masa
lalu bersama gadis itu, ia masih memiliki rasa kasihan.
"Huft...satu selesai. Giliran
yang lainnya...," Gumam Alvi.
🎼🎼🎼🎼🎼
Kini di televisi tengah di
hebohkan dengan berita terkini tentang anak pengusaha industri musik yang
menjadi pecandu narkoba. Siapa lagi kalau bukan "Jacky Malik
Rusdiantoro". Ia kedapatan tengah pesta shabu bersama teman-temannya di
sebuah hotel.
Tak hanya itu, berita lainnya juga
terkait keluarga besar Rusdiantoro. Perusahaan keluarga tersebut di ketahui
tengah melakukan korupsi dengan jumlah yang fantastis. Sang pemilik pun
tersandung kasus pembunuhan beberapa tahun silam.
Yakni ditemukannya bukti bahwa Bram
dan Selvi, seorang musisi dan pemain biola terkenal dari perusahaan ternama
"K-Company" ternyata meninggal bukan karena kecelakaan melainkan
pembunuhan. Ya, pembunuhnya tidak lain dan tidak bukan adalah Malik Rusdiantoro
ayah dari Jacky Malik Rusdiantoro.
Akhirnya kedua ayah dan anak tersebut
harus mendekam di penjara. Tidak hanya itu keduanya juga dihukum dengan hukuman
berlapis mengingat bahwa masih ada kejahatan-kejahatan dan perbuatan keji
lainnya yang mereka lakukan.
Dokter Santoso, yang dulu menjadi
dokter yang merawat Niken pun tak lepas dari hukuman karena melanggar kode
etik. Ia menerima suap untuk menunjukkan kondisi pasiennya kepada pihak lain.
Hingga dimanfaatkan oleh pihak lain untuk meneror pasien yang bersangkutan.
🎼🎼🎼🎼🎼
Di tempat lain, terjadi jumpa pers
untuk model sekaligus pebiola terkenal "Irene Florencia Turano".
Dalam jumpa pers itu ia mengakui bahwa gosip yang beredar itu tidak benar
adanya.
Dalam video dan foto-foto di media
masa, lelaki yang bersamanya saat itu adalah Jacky Malik Rusdiantoro bukannya
Alvi Zeonico Keysnandra. Ia juga mengakui kejahatan lain yang dilakukannya dan
bersedia menerima hukuman.
Tampak beberapa khalayak yang tidak
suka melempari gadis itu dengan telur ayam sertaencaci maki kelakuan buruk sang
bintang idola tersebut.
Irene hanya bisa menerima semua buah
dari perbuatannya. Ia digiring oleh beberapa aparat kepolisian untuk menuju ke
tempat dimana seharusnya gadis itu berada saat ini.
🎼🎼🎼🎼🎼
Kelegaan terpancar di wajah keluarga
Keysnadra. Baik oma Mia, Mama Ratih dan Papa Dana semuanya tampak bernafas lega
karena terselesaikannya kasus rumit tersebut.
Kini keluarga tersebut mengadakan
makan malam bersama keluarga dan kerabat terdekat untuk merayakan keberhasilan
mereka.
"Terima kasih, semua masalah
terselesaikan Nak...," Ujar Dana menepuk pundak kanan Alvi dengan bangga.
Alvi menganggukkan kepalanya.
"Semua ini tidak lepas dari bantuan Fandy, Bagas dan tentu saja William
Pa. Karena bantuan mereka semua, Alvi bisa menyelesaikan semuanya...,"
Ujar Alvi.
Papa Dana pun menganggukkan kepalanya
seraya berterima kasih pada teman-teman putranya itu.
"Nggak masalah Om, nyantai
aja," seru Fandy.
"Iya Om, lagian kita malah lebih
susah kalau liat Alvi galau gegara ditinggal Niken dan gegara masalah
ini...," Ucap Bagas menggoda Alvi yang tentu saja di balas pelototan mata
oleh lelaki itu.
"Oh, jadi ada yang sering galau
nih gara-gara aku tinggal ...," Tambah Niken turut menggoda Alvi,
sementara Alvi jangan ditanya ia merasa malu.
"Halah kayak kamu nggak aja Ken.
Tiap hari juga galau mikirin Alvi, tanya aja Andrea tuh saksinya tiap hari liat
kamu nangis...," Ujar William.
Niken yang mendengar ledekan William
pun berwajah merah bak kepiting rebus. Maksud hati ia ingin menggoda Alvi, Eh
nggak tahunya malah dirinya juga kena ledek sahabatnya sendiri.
"Dasar sahabat
laknat...," Umpat Niken dalam hati.
Sementara Alvi tersenyum menyaksikan
tingkah malu-malu Niken tersebut. Tak hanya dirinya yang malu, Niken juga
begitu.
"Bener Drea, Tante Ken sering
nangis...?" Tanya Alvi pada Andrea yang juga ikut makan malam di samping
sang mama.
Andrea pun menganggukkan kepalanya
mengiyakan.
"Hu"umb, ante Ken sering
nangis. Kalau Drea tanya kenapa nangis katanya karena pangeran berkuda putihnya
gak datang-datang...," Ujar Drea yang tentu saja membuat semua orang
tertawa.
"Drea....," Teriak Niken
dengan raut wajah sangat malu.
🎼🎼🎼🎼🎼
Setelah makan malam usai akhirnya
disinilah Niken dan Alvi berada. Di Gazebo halaman belakang kediaman Keynandra.
"Akhirnya semua masalah
selesai...," Ujar Niken.
Alvi menganggukkan kepalanya. Ia
merasa lega setelah terhimpit beban yang begitu besar, akhirnya kini ia bisa
bernapas lega.
"Kita mulai semua dari awal ya.
Kita hidup bersama sampai kita menua nanti. Mau kan..? Harus ya..." Tanya
Alvi.
"Eh..kok maksa sih. Emang akunya
mau...," Ucap Niken.
"Halah mau aja sudah daripada
kamu nangis tiap hari karena merindukanku...," Ledek Alvi.
"Eh..gr.... Kayak kamu
nggak aja...," Seru Niken.
Alvi pun memandang Niken dengan teduh
sembari menganggukkan kepalanya.
"Sangat, tidak ada hari dimana
aku tidak merindukanmu. Karena itu, apapun yang terjadi di masa depan nanti,
kamu harus janji satu hal padaku. Jangan pernah meninggalkanku lagi...,"
Ujar Alvi.
Niken pun menatap mata teduh Alvi. Ia
menganggukkan kepala sembari berurai air mata.
"Aku berjanji selamanya aku tidak
akan pernah meninggalkan kamu lagi kecuali Tuhan yang memanggilku kembali ke
haribaannya...," Ucap Niken.
Keduanya pun tersenyum dan berpelukan.
Melepas semua kerinduan juga segala perasaan yang sekian lama mereka simpan.
Akhirnya, kebahagiaan menyertai mereka setelah begitu banyak kesulitan yang
mereka hadapi. Kini, melangkah menuju masa depan menjadi lebih mudah ketika
semua permasalahan dimasa lalu terselesaikan.
The End

0 komentar on "Delapan Belas"
Posting Komentar