Niken
Graviola Bramasta
“Aku
tidak pernah menginginkan akan dapat merasakan cinta.Bagiku hidupku hanyalah
untuk membalaskan dendam kematian seluruh keluargaku.Hingga akhirnya seseorang
itu, seseorang yang pernah teramat dicintai adikku.Seseorang yang awalnya ku
benci karena penghinaan yang diberikannya bertubi-tubi.Namun kemudian dia
datang dengan cinta yang murni padaku.Lantas haruskah aku menerimanya?”
Alvi
Zeonico Keysnandra
“Satu
hal yang paling aku benci di dunia ini adalah kebohongan. Aku dibohongi oleh
seseorang yang sangat aku cintai hingga aku tak mau lagi mengenal apa yang
namanya cinta. Namun kemudian, datang seseorang yang lain yang juga membawa
banyak kebohongan dan rahasia yang tak ku tahu. Tapi, entah kenapa aku
membenarkan dan mengecualikan bahwa semua kebohongannya adalah beralasan.Hingga
aku bertekad untuk mencari tahu semua rahasia yang disembunyikannya dan mencari
alasannya.Aku tak pernah peduli dengan yang lainnya sebelumnya, tapi wanita ini
membuatku selalu merasa ingin tahu semua hal tentangnya. Ada apa denganku
?Apakah aku mulai merasakan adanya cinta itu lagi dihidupku?”
Irene
Florencia Turano
“Bagiku
hidupku hanya untuk satu hal.Meraih impianku bagaimanapun caranya. Aku tak
peduli cara apapun yang akan ku lalui. Yang jelas aku hanya akan menuju
impianku agar mencapai kata sukses. Namun, kemudian aku merasa bahwa masih ada
yang kurang dalam hidupku sekalipun aku telah mencapai puncak kesuksesan.Hingga
aku sadar bahwa seseorang yang dulu pernah memperjuangkanku pergi dari sisiku
karena kebohonganku.Lantas haruskah aku melepaskan impianku dan memintanya
kembali padaku?”
Jacky Malik
Rusdiantoro
“Menjadi
seseorang yang memegang kekuasaan tinggi adalah tujuan hidupku.Bisa memerintah
orang-orang yang berada di bawahku adalah sebuah pencapaian terbesar dari
hidupku.Terlebih membuat seseorang yang ku benci setengah mati berlutut di
bawah kakiku.

0 komentar on "Prolog"
Posting Komentar